Mengenai Saya

Foto saya
Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia
-just ordinary poeple -ingin menjadi orang yg lebih dewasa lagi

Minggu, 26 Juni 2011

mencari metode ikhlas

sejak saya duduk di bangku sekolah dasar, saya memiliki obsesi untuk memahami makna keutamaan sifat ikhlas dalam mencapai kebahagiaan hidup. lambat laun obsesi itu berubah menjadi doa yang isinya kira2 " Allaahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinna'adzaabannar." eh salah2 itu doa sebelum makan yg bener "ya allah, setelah saya mengetahui keutamaan 'ikhlas' secara teoretis, saya memohon agar di beri petunjuk bagaimana cara mengamalkanya secara praktis" 

yang saya harapkan dari doa tersebut adalah suatu how-to, suatu prosedur mental, atau inner-protocols yang mudah di aplikasikan bukan lagi penjelasan konseptual atau dogmatis belaka. bukan saja untuk memahami 'benang merah' dari berbagai petunjuk tentang ihklas. saya lebih ingin menemukan 'kabel merah' keikhlasannya agar saya bisa merasakan setrumnya untuk kemudian mengelolanya. tapi bukan setruman listrik di rumah yang asli ya, mati konyol aq ntar. 

oleh karena sifatnya yang teknologis, maka saya hanya menjelaskan mengapa dan bagaimana hanya dengan ikhlas manusia memang otomatis akan menjadi lebih tenang, bahagia, dan sukses dalam hidupnya. kecuali yg memiliki motto "hidup enggan matipun tak mau" hihihi. 

seperti tknologi, ikhlas ini memang sama dan bersifat otomatis. kita tidak perlu mempercayainya untuk memperoleh manfaatnya. seperti anda yg tidak perlu percaya pada teknologi handphone, (gaptek banget sih g punya handphone) ketika anda akan mengirim SMS : cukup lakukan prosedurnya dengan benar dan ketik send, klopun pending trus kirim kedua kalinya, kalaupun masi pending2 terus, cek itu pulsanya, habis kali.

bayangkanlah bagaimana rasanya jika anda bisa 100% menyakini tuntunan ikhlas bukan karena terpaksa harus menyakininya, tetapi karena hasil dari proses keikhlasan hidup yang mewujud nyata dalam keseharian anda. dimana kita yakin bahwa ketika kita sudah berikhlas dengan prosedur yang benar maka kita semakin dekat dengan tuhan sehingga niat-niat kita pun menjadi jauh lebih mudah untuk diraih. dan kita juga tahu bahwa jika kita masih belum mendapatkan apa yang  diinginkan berarti berarti harus disempurnakan lagi prosedur di dalam pikiran dan hati anda. karena hati memiliki logika yang tidak mampu dipahami oleh akal pikiran. jadi belajarlah untuk berbuat ikhlas.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar