ibu, sebelumnya makasih ya telah membesarkanku sampai saat ini, memberikan aq sebuah kasih sayang, memberikanku sebuah arti kedewasaan, Hari ini aku tulis surat untukmu, Tentang kebahagiaan Tentang penderitaan Aku masih tetap ingat Kata bijak yang engkau katakan “Tersenyumlah Sebab, senyum adalah ibadah” Kebahagiaan selama ini Adalah kebahagiaan untuk ibu Penderitaan selama ini Adalah penderitaan untuk ibu. Ibu Ini adalah surat, Surat tentang kisah anakmu, Yang ditulis, Karena kebahagiaan Karena penderitaan
Inilah waktu yang tepat Seorang anak ingin mencari jati dirinya. Bantulah dengan penuh ikhlas, Cinta seorang anak kepada ibu Adalah hati nurani Demikian juga cinta seorang ibu kepada anak, Ibu . Biarlah anakmu mencari jati dirinya, Biarlah anakmu menempuh jalan hidup sendiri. Hanya doa ibu yang aku harapkan Janganlah bersedih Melihat anakmu pergi Mencari jati diri, menempuh jalan hidup sendiri, Ibu …. Anakmu bangga Punya ibu sepertimu
Inilah kehidupanku Ibu Saat kecil, Engkau tulis harapanmu, Ibu Engkau berharap aku menjadi teladan. Hidup adalah jalan Yang harus dilakukan, Karena hidup punya tujuan. Inilah kehidupanku, Kerasnya kehidupan seperti batu Yang harus aku lakukan Bagaimana kehidupanmu Ibu, Ceritakanlah Ibu ?Apakah kehidupan ibu Akan sama dengan kehidupanku ? Kehidupan seorang teladan
I b u Engkau adalah seorang ibu Yang selalu menemaniku Ketika aku butuh kasih sayang, Didalam hatiku Engkau adalah ibu Dengan senyum dan cinta Engkau tebarkan kepada anak anakmu, Ibu ….Masihkah engkau ingat, Anak anakmu dulu Bermain di dekat pekarangan rumah ? Bercanda, tertawa, tanpa kenal lelah, Ibu Masihkah engkau ingat Anak mu ini dulu selalu memahariq karena sering menggangu adik2nya hingga nangis, itu terkadang aq merasa iri dulu akan kasih sayangmu dan Engkau selalu memarahiku, tapi, Kemarahanmu adalah kasih sayang Anakmu Rindu Ibu ? Rindu masa lalu, Rindu masa depan
Di tengah perjalanan yang harus aku lakukan Pesan ibu aku pegang, Pesan ibu selalu menjadi titik kerinduan “Janganlah engkau menyerah anakku Pergilah, lihatlah dunia luar Dunia itu adalah milikmuKelak engkau akan menikmatinya” Terima kasih, ibu Betapa mulia hati ibu Pesan dan doa adalah bekal Ditengah perjalanan yang harus aku lakauakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar