hari pertama di jakarta memang hari yang paling mengasyikan dalam sejarah hidup gue. terutama bahasa gue yang berubah mengukuti bahasa gue ala jakarta dan sampai kebawa ke dalam penulisan nih blog. terakhir kali gue ke jakarta pada tahun 1996, jaman di mana masih orde baru dan jaman di mana gue masih tk di bekasi, dan juga jaman di mana gue masi unyu2. gambir adalah tempat perhentian gue selama 18 jam berada di gerbong kereta eksekutip dan susah tidur akibat dilanda mabok kereta. pertama menginjakkan kaki di jakarta, pertama juga gue nyasar di ibukota, ya nyasar beroo, baru di stasiun gambir aj udh nyasar, g elit banget, dengan kepanikan cari pintu exit kluar ehh malah nyasar di toilet umum, bermodal GPS dari isting yg di tekan kefrustasian, akhirnya nyampe jg di pintu kluar stasiun gambir, ya pintu keluar di stasiun gambir, tapi masalahnya di sini kawan, gue g tau tempat di mana saoudara gue jemputin di stasiun gambir. "kamu keluar dari pintu utara aja" bilang mas gue "iya mas" dengan berlagak ngerti mana itu utara (jangankan utara, selatan, timur birpun pake kompas tetap aj g tau arah) akhirnya gue malah nyasar di depanya jalan tol yang menghadap monas. gue shock sesaat, dri pada nyasarnya malah ke ragunan dan takut di jebloskan sell di kandang ragunan gara2 di kira baboon lepas, akhirnya gue nanya satpam di sana , "pak pintu utara di mana ya ?" begitu kata orang yang telah kehilangan arah. "owhh di dekat restaouran a&w mas di sono noh" akhirnya gue berjalan ke arah restoran yang di maksudkan bapak satpam tersebut. setalah beberapa meter berjalan gue akhirnya di pertemukan dengan saudara gue, tanpa ending pelukan dan tetesan air mata kayak di filem2 sinetron di mana lokasi syutingnya macam di bandara, dan bukan di toilet umum yang kalau sekian lama tidak berjumpa dengan keluarganya lama banget. oke langsung to the topik, akhirnya gue udah nemuin sepupu gue. dan tanpa basa-basi gue di ajak ke mobilnya buat ke rumahnya sepupu gue. selama pemandangan gue takjub dengan keindahan jakarta, takjub dengan mcetnya yg sampai berjam-jam, panasnya dan polusinya. di dalam mobil gue tidur sejenak mengistirahatkan tubuh yang lelh ini dengan di temani musik dari bebe gue, tidur sesaat memang lega dan dirasa udah mendekati rumah sepupu gue, gue terbangun, oh ternyata belum nyampai, gue lanjut tidur lagi mungkin tempat sepupu gue agak jauh, waktu berselang gue bangun lagi, dan teryata belom sampai2 juga, ahh mungkin masih jauh begitu hati kecil gue berbicara. gue lanjut tidur lagi, di rasa bosan dengan lagu gue yang dari playlist pertama dampai ketemu playlist pertama, dan ternyata belom sampai juga, gilaa rumah sepupu gue di bandung apa, gue liat jendela mobil, dan ternyata. macet sodara-sodara, macettttt, udh hampir 2 jam setengah waktu gue macet di jalan, hadehh. waktu terus berjalan dan berputar-putar di jalanan jakarta akhirnya gue tiba di rumah sepupu gue di menteng. gila sampai jakarta jam 7 pagi, malah nyampe rumah sepupu hampir jam 11 siang, macet parahh. "jakarta itu macetnya pagi jam 6-7'an sama sore setelah orang2 pulang kerja di" itu kata sepupu gue, pantesan, dehidrasi di mobil gue, untung aj air aki yang ada di sebelah tempat duduk di mobil gak gue minum krena ada tulisanya AIR AKI, klo aj g ada tulisannya, mungkin udh abis tuh air AKI bukan malah nyampe di rumah sepupu malah nginep dulu di UGD rumah sakit. Setelah nyampai di rumah sepupu gue, akhirnya gue langusng menuju kamar mas sepupu gue, gue rebahan sejenak sambil balesin BBM fans2 gue yang ada di bebe. "ayo makan di" teriak mas gue, gue bergegas menuju dapur dan melihat ada makanan disana, ada satu menu makanan yang namax agak aneh di telinga gue, ya kerak telor. "ini apa mas" sambil nunjuk tuh makanan "owhh itu kerak telor" jawab mas gue, heran kok telor kayk gini bentuknya, apa pas proses pemasakannya di gosongin dulu ya smpe jadi kerak gtu, atau telor goreng di campur sama kerak-kerak kulitnya yang masih bru keluar dari pantat ayam bercampur dengan eek ayam. "udah di makan aj enak itu" bilang mas gue "iya mas" jawab gue yg sedikit meragukan, karena aneh dengan bentuknya, akhirnya gue g jadi tuh makan keraknya telor, dan langsung menghajar lalapan ayam dengan semangat 45. akhirnya kenyang juga. gue langusng bergegas ke kamar buat istirahat total. kamar mas gue memang benar2 seperti surga, tempatnya sejuk karena ada ACnya, dan nyaman buat tidur krena kasurnya springbed. karena kelelahan akhirnya gue tepar di kasur menunggu hari esok untuk magang di kota metropolitan ini.
Mengenai Saya
- hadieoyitesus
- Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia
- -just ordinary poeple -ingin menjadi orang yg lebih dewasa lagi
Kamis, 24 Mei 2012
Selasa, 15 Mei 2012
pertama naik kereta
yakk waktu magang telah tiba, mungkin agak telat kali ya, gmn g telat sering nunggu2 bwt ngajak teman magang itu mmg bikin sakit hati, kyk di cucuk pake kapak. kelamaan nunggu ehh molornya pas mendekati uas, yowes lah. oke awal mw berangkat ke jakarta saya putuskan naik kereta api, sekali lagi kereta api, biar keren lagi KERETA API BOYYYYY wah senangnya, soalnya perdana juga sih, maklum di kampung halaman g ada kerata api sih, katro bgt ya saya ya. pertama naik kereta api pertama juga salah gerbong tempat duduk, di teket tertera gerbong 5 dan saya entah mengapa nyasar di gerbong 2, apes memang, musti mindahin koper lagi ke gerbong 5. pertama naik kereta api pertama juga di marahin petugas, konon penumpang yang satu ini agak nakal boy, gmn gak di marahin, kerta api eksekutip yang bebas asap rokok malah di asapi dgn asap rokok, "mas2 klo rokoknya g dimatikan, mas saya keluarkan" gitu bilangnya petugas keretanya. krn takut di keluarin dari kereta ya saya matikan saja, kereta jalan, perasaan semakin senang. selama beberapa lama perasaan senang itu hilang, ya hilang di ganti dengan mabok, eits bukan mabok miras, mabok kereta api. yak mabok kerta api mmg sedikit gak elit tp bagi saya itu sangatlah elit, kapan lagi ya kan mabok kereta api. mabok tidak tertahankan. niat beli antimo juga gagal, karena disini g ada yg jualan antimo sangat tragis. oke selama perjalanan saya hiraukan mabok saya dan saya mencoba melihat pemandangan alam dari dalam kereta, alhasil malah bikin tambah mabok. liat pemandangan sudah cukup dan ternyata di kereta ada pramusajinya boy, busett nih kereta apa restauarn ya. oke saya pesan makanan sop cream sama pelayannya. lumayan bwt nganjal perut. kerta terus berjalan dan sampai pada akhirnya saya di hadapi dengan panggilan alam, iya panggilan alam, kebelet pipis, oke saya berjalan ke arah pintu di tiap gerbong kereta api. tapi kok ada yg janggal pintunya g bisa di buka, di geser g bisa, di buka ke depan dan kebelakan g bisa. di buka ke atas g bisa. kyk org gila aj mw buka pintu mlh g bisa. merasa sudah panik dan depresi tingkat tinggi, saya menelepon teman saya. bilangnya sih ada tombol pencetannya, setelah saya pencet tuh tombol tiba2 kebuka coyy langsung saya sujud syukur dan loncat salto dalam imajinasi, bukan dalam kenyataan g perlu banyak ngmg langsung saja saya menuju toiletnya dan legaaaaa. mersa sudah cukup pipisnya langsung saja saya duduk di kursi penumpang.
Langganan:
Komentar (Atom)